Saturday, August 16, 2014

PENGGUNAAN ALAT PERAGA DAPAT MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA KONSEP PESAWAT SEDERHANA PADA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR



PENGGUNAAN ALAT PERAGA DAPAT MENINGKATKAN
HASIL BELAJAR IPA KONSEP PESAWAT SEDERHANA
PADA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR


BAB I
PENDAHULUAN


A.      Latar Belakang Masalah
Pendidikan sebagai suatu alat untuk mencapai tujuan merupakan sarana yang paling tepat. Pendidikan dalam hal ini adalah suatu system yang berkesinambungan mengangkat nilai lebih untuk memproklamirkan lisensi mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia.
Pada hakikatnya pendidikan merupakan usaha sadar yang dilakukan seseorang terhadap orang lain agar memiliki pengetahuan dan keterampilan. Proses pendidikan selalu terjadi perubahan tingkah laku, bukan hanya perubahan dari tidak tahu menjadi tahu tetapi lebih dari itu, perubahan yang diharapkan meliputi seluruh aspek-aspek pendidikan seperti, aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. IPA adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari gejala alam baik yang menyangkut makhuk hidup, ataupun benda mati. Pada prinsipnya IPA diajarkan untuk membekali siswa agar memiliki pengetahuan (pengetahuan berbagai cara), dan keterampilan (cara mengerjakannya) yang dapat membantu siswa untuk memahami gejala alam secara mendalam dan menyadari akan kebesaran Tuhan Yang Maha Esa.
Menurut UU Sisdiknas No. 20 Bab XII pasal 45 ayat (1) “Setiap satuan pendidikan menyediakan sarana dan prasarana yang memenuhi keperluan pendidikan sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan potensi fisik, kecerdasan intelektual, sosial, emosional, dan kejiwaan peserta didik”. Sarana dan prasana tersebut pada dasarnya adalah media atau yang biasa kita kenal sebagai alat peraga yang digunakan sebagai perantara agar informasi atau bahan ajar tersebut dapat diterima dan diserap dengan baik oleh para siswa.
Dikarenakan pemanfaatan alat peraga/media kurang digunakan secara maksimal, maka pencapaian hasil belajar siswa belum berhasil. Maka itu dalam pembelajaran IPA, guru perlu memanfaatkan alat peraga. Pendidikan manusia dapat berdayaguna dan mandiri, karena dengan pendidikan manusia dapat berdayaguna dan mandiri. Selain itu pula pendidikan sangat penting dalam pembangunan, maka tidak salah pemerintah mengusahakan untuk meningkatkan mutu pendidikan baik dari tingkat perguruan tinggi. Sekolah dasar sebagai jenjang tujuan memberikan kemampuan dasar baca, tulis, hitung, pengetahuan keterampilan dasar lainnya. Selain itu pula, di sekolah dasar banyak diperkenalkan dengan benda-benda konkrit yang sering di jumpai di kehidupan sehari-hari yang didesain dalam suatu mata pelajaran IPA adalah suatu mata pelajaran yang diajarkan pada setiap jenjang pendidikan dan merupakan bagian dari integral dari pendidikan nasional dan tidak kalah pentingnya bila dibandingkan dengan pengetahuan lain. IPA juga merupakan ilmu dasar atau “basic since”, yang penerapannya sangat dibutuhkan oleh ilmu pengetahuan dan teknologi.
Penerapan metode pembelajaran dengan menggunakan alat peraga khususnya mata pelajaran IPA didasari kenyataan pada pembelajaran IPA banyak materi pesawat sederhana. Oleh sebab itu pembelajaran dengan menggunakan alat peraga sangat cepat untuk mempermudah membantu siswa memahami materinya. Hal ini pula dapat membantu siswa dalam upaya meningkatkan prestasi dalam mata pembelajaran IPA.
Hasil kajian penelitian diperoleh informasi walaupun alat peraga sebagian sudah tersedia tetapi tidak semua guru menggunakannya, sehingga prestasi belajar siswa tidak menunjukan hasil yang memuaskan. Masih banyak hasil ulangan formatif hanya mencapai angka rata-rata 50,00.
Melihat kondisi di atas, maka diperlukan keterampilan seorang guru untuk memanfaatkan alat peraga agar lebih mengaktifkan siswa dalam proses pembelajaran. Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan penulis, maka peneliti tertarik melakukan pembahasan melalui penulisan makalah yang berjudul “Penggunaan Alat Peraga Dapat Meningkatkan Hasil Belajar IPA Konsep Pesawat Sederhana Pada Siswa Kelas V Sekolah Dasar.

B.       Perumusan Masalah
Berdasarkan penjelasan pada latar belakang masalah di atas, dapat dikemukakan rumusan masalah yang akan dipecahkan melalui penelitian tindakan kelas ini sebagai berikut: “Apakah Penggunaan Alat Peraga Dapat Meningkatkan Hasil Belajar IPA Konsep Pesawat Sederhana Pada Siswa Kelas V Sekolah Dasar

C.      Tujuan Pembahasan
Untuk mengungkap pengaruh pemanfaatan alat peraga terhadap hasil belajar IPA pada siswa sekolah dasar

D.      Manfaat Pembahasan
Hasil dari penelitian ini diharapkan bermanfaat untuk semua pihak yang berkompeten baik dalam bidang pendidikan maupun non kependidikan.  Dengan kata lain manfaat hasil penelitian ini dapat juga dipandang dari dua sisi baik manfaat secara teoretis maupun praktis. Untuk itu manfaat hasil penelitian ini dijabarkan sebagai berikut:
  1. Secara Teoretis
Diharapkan dapat menambah wawasan dan dapat memberikan kontribusi pemikiran terhadap keilmuan khususnya tentang pemanfaatan alat peraga dalam pembelajaran IPA di sekolah dasar
  1. Manfaat Praktis
a.       Bagi siswa, hasil penelitian ini dapat meningkatkan motivasi belajar sehingga dengan sendirirnya dapat pula meningkatkan hasil belajar.
b.      Bagi guru, sebagai latihan untuk memanfaatkan alat peraga didalam pelaksanaan pembelajaran sehingga proses pembelajaran tidak terkesan monoton
c.       Bagi sekolah, sebagai penentu kebijakan dalam upaya mengoptimalisasikan hasil belajar siswa khususnya pada mata pelajaran IPA.
d.      Bagi penulis, sebagai kegiatan pengembangan profesi pendidik untuk perolehan angka kredit guna kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi.

BAB  II
PEMBAHASAN

A.      Hakikat Pelajaran IPA
“Pembelajaran pada hakekatnya adalah proses interaksi antar peserta didik dengan lingkungannya, sehingga terjadi perubahan perilaku ke arah yang lebih baik” (Mulyana, 2003:100). Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) sebagai disiplin ilmu yang berhubungan dengan cara mencari tahu tentang alam yang sistematis, sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan berupa fakta, konsep atau prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan. Pembelajaran IPA diharapkan dapat menjadi wahana peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar, serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkan di dalam kehidupan sehari-hari. Proses pembelajaran IPA menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah.
Oleh karena itu pembelajaran IPA di SD menekankan pada pemberian pengalaman belajar secara langsung melalui penggunaan dan pengembangan keterampilan dan proses sikap ilmiah. Sebagaimana dalam kurikulum 2006 (KTSP) tujuan mata pelajaran IPA diantaranya untuk mengembangkan pengetahuan dan pemahaman konsep-konsep IPA yang bermanfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, mengembangkan rasa ingin tahu, sikap positif dan kesadaran tentang adanya hubungan yang saling mempengaruhi antara IPA, lingkungan, teknologi dan masyarakat serta mengembangkan keterampilan proses untuk menyelidiki alam sekitar, memecahkan masalah dan membuat keputusan.
B.       Hakikat Alat Peraga
Alat peraga merupakan salah satu dari media pendidikan adalah alat untuk membantu proses belajar mengajar agar proses komunikasi dapat berhasil dengan baik dan efektif. Hal ini sesuai dengan pendapat Amir Hamzah (1981:11) bahwa “Media pendidikan adalah alat-alat yang dapat dilihat dan didengar untuk membuat cara berkomunikasi lebih efektif”. Sedangkan yang dimaksud alat peraga menurut Nasution (1985:100) “alat peraga adalah alat pembantu dalam mengajar agar efektif”. Pendapat lain dari pengertian alat peraga atau Audio-Visual Aids (AVA) adalah media yang pengajarannya berhubungan dengan indera pendengaran, (Suhardi, 1978:11). Sejalan dengan itu menurut Sumadi (1975:4) mengemukakan bahwa “Alat peraga atau AVA adalah alat peraga yang memberikan pelajaran atau yang dapat diamati melalui panca indera”.
Dari penjelasan di  atas adalah media atau alat bantu mengajar adalah merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan, dan dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemmpuan siswa sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar pada diri siswa.
Manfaat media/alat peraga dalam pembelajaran adalah mempelancar proses interaksi antara guru dengan siswa, dalam hal ini membantu siswa secara optimal. Menurut Kemp da Dayton (1985) fungsi dari media/alat peraga yaitu sebagai berikut:
a.       Penyampaian materi pelajaran dapat diseragamkan
b.      Proses pembelajaran menjadi lebih menarik
c.       Proses belajar siswa menjadi lebih interaktif
d.      Jumlah waktu belajar mengajar dapat dikurangi
e.       Kualitas belajar siswa dapat ditingkatkan
f.       Proses belajar dapat terjadi dimana saja
g.      Sikap positif siswa terhadap bahan pelajaran maupun terhadap proses belajar itu sendiri dapat ditingkatkan
h.      Peran guru dapat berubah kearah yang lebih positif dan produktif

Adapun langkah-langkah pembelajaran IPA dengan pemanfaatan alat peraga yang sederhana adalah sebagi berikut:
a.       Menganalisis karakteristik siswa (karakteristik umum dan pengetahuan alam)
b.      Menetapkan tujuan pembelajaran (pengetahuan yang akan diperoleh, sikap yang ingin ditanamkan, dan keterampilan yang ingin ditanamkan, dan keterampilan yang ingin dikembangkan)
c.       Menyiapkan alat peraga yang sesuai dengan pembelajaran (materi yang akan dipelajari)
d.      Mendemonstrasikan cara kerja alat peraga
e.       Membagikan LKS (dengan tujuan agar semua siswa melakukan pengamatan demonstrasi yang dilakukan)
f.       Mempresentasikan hasil pengamatan (LKS)
g.      Membuat kesimpulan (mengenai cara kerja alat peraga yang didemonstrasikan)
h.      Kegiatan pembelajaran diikuti dengan diskusi kelompok dan Tanya jawab
Setiap media pembelajaran mempunyai kelemahan dan kelebihan, menurut Edgar dale YD Fim dan F.Hokan (Ahmad Rohani, 1997:8) kelebihan dalam penggunaan media/alat peraga sebagai berikut:
a.       Memberikan dasar pengalaman konkrit bagi pemikiran dengan pengertian-pengertian  abstrak kepada siswa
b.      Mempertinggi/meningkatkan perhatian siswa ketika belajar
c.       Memberikan realitas, sehingga mendorong adanya selfacting
d.      Memberikan hasil belajar yang permanent
e.       Menambah perbendaharaan bahasa anak yang benar-benar dipahami (tidak verbalistik)
f.       Memberikan pengalaman
Disamping ada kelebihan ada pula kelemahannya yaitu:
a.       Kurang efektif untuk mengajar siswa dengan jumlah yang banyak
b.      Memerlukan fasilitas yang memadai
c.       Kebebasan yang diberikan kepada peserta didik tidak selamanya dapat dimanfaatkan secara optimal
d.      Membutuhkan perhatian yang khusus bagi siswa karena daya ingat siswa berbeda-beda
C.      Hasil Belajar
Hasil belajar berasal dari kata, “Hasil” dan “Belajar”. Hasil berarti hal yang telah dicapai (Depdikbud, 1995:787). Sedangkan belajar adalah berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu, (Depdiknas, 1995:14). Jadi hasil belajar adalah penguasaan keterampilan atau pengetahuan yang berkembang oleh mata pelajaran, lazimnya ditujukan oleh nilai atau angka yang diberikan oleh guru. Hasil dalam penelitian yang dimaksud adalah nilai yang diperoleh siswa pada mata pelajaran IPA dalam bentuk nilai berupa angka yang diberikan oleh guru kelasnya setelah melaksanakan tugas yang diberikannya.
Untuk mengetahui hasil belajar siswa pada konsep pesawat sederhana dengan pemanfaatan alat peraga, alat ukur atau teknik penilaian yang digunakan salah satunya adalah penilaian unjuk kerja dan penilaian tertulis. Penilaian unjuk kerja merupakan penilaian yang dilakukan dengan mengamati kegiatan demontrasi yang dilakukan siswa sendiri. Teknik penilaian unjuk kerja dapat menggunakan alat atau instrument seperti daftar cek (check-list) atau skala penilaian (rating scale). Penilaian secara tertulis dilakukan dengan tes tertulis. Tes tertulis merupakan tes di mana soal dan jawaban diberikan kepada peserta didik dalam bentuk tulisan.









BAB III
KESIMPULAN  DAN SARAN

A.       Kesimpulan
Berdasarkan hasil pembahasan yang telah diuraikan dalam bab sebelumnya dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan alat peraga dapat meningkatkan hasil belajar IPA pada siswa kelas V sekolah dasar. Karena alat peraga siswa dapa mempraktekan konsep bukan hanya teori saja yang diberikan oleh guru.
B.        Saran
Berdasarkan kesimpulan di atas, maka penulis ingin menyampaikan beberapa saran untuk dapat meningkatkan  belajar siswa, adapun saran tersebut ditujukan untuk :
1.      Dalam kegiatan pembelajaran dengan pemanfaatan alat peraga sebaiknya lebih menekan pada upaya pengembangan kemampuan memecahkan masalah melalui kegiatan aktif siswa dalam pengamatan hasil demontrasinya dan berdiskusi dengan kelompoknya.
2.      Penelitian-penelitian lain dengan pemanfaatan alat peraga perlu dilakukan lebih lanjut dengan pelaksanaan kegiatan yang lebih baik denagn pelaksanaan kegiatan yang lebih baik dan lebih terkordinasi sehingga dapat dijadikan contoh/alternative bagi pelaksanaan kegiatan belajar mengajar guru di sekolah (di kelas).


DAFTAR PUSTAKA
Amir, H.1981.Media Pembelajaran. Jakarta:Rineka Cipta
Arikunto.2006.Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta
Dahar.1996.Teori-teori Belajar.Jakarta: Erlangga
Depdiknas.2006.Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Dasar Mata Pelajaran IPA SD/MI.Jakarta: Depdiknas

Depdiknas.2004.Kurikulum. Jakarta: Depdiknas
Nasution.1985.Alat Peraga dalam Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta
Poedjiadi.1996.Model Pembelajaran Konstektual Bermuatan Nilai.Bandung:Remaja Rosda Karya

Rohani, Ahmad.2006.Media Pembelajaran.Jakarta:Rineka Cipta
Suhardi.1978.Media Pembelajaran AVA. Depok:Arya Duta
Usman.1995.Menjadi Guru Profesional.Bandung:Remaja Rosda Karya
Wardani.2007.Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Universitas Terbuka
Winaputra.1996.Strategi Belajar Mengajar.Jakarta: Universitas Terbuka











 


No comments:

Post a Comment