Monday, August 11, 2014

Proposal PTK _ PENINGKATAN KETERAMPILAN MENDESKRIPSIKAN BINATANG DENGAN BAHASA TULIS MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR BINATANG PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI BENTENG KECAMATAN BIREM BAYEUN KABUPATEN ACEH TIMUR MELALUI PENDEKATAN KONTEKSTUAL



PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS

A.    JUDUL PENELITIAN
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENDESKRIPSIKAN BINATANG DENGAN BAHASA TULIS MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR BINATANG PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI BENTENG KECAMATAN BIREM BAYEUN KABUPATEN ACEH TIMUR MELALUI PENDEKATAN KONTEKSTUAL

B.     MATA PELAJARAN DAN BIDANG KAJIAN
Mata pelajaran       : Bahasa Indonesia
Bidang kajian        : pembelajaran inovatif

C.    PENDAHULUAN
Bahasa memiliki peran sentral dalam perkembangan intelektual, sosial, dan emosional peserta didik dan merupakan penunjang keberhasilan dalam mempelajari semua bidang studi (BSNP, 2006). Untuk berbahasa dengan baik dan benar, maka diperlukan pendidikan dan pembelajaran bahasa Indonesia. Pendidikan dan pembelajaran bahasa Indonesia merupakan salah satu aspek penting yang perlu diajarkan kepada siswa di sekolah. Oleh karena itu pemerintah membuat kurikulum bahasa Indonesia yang wajib untuk diajarkan kepada siswa pada setiap jenjang pendidikan, yakni dari tingkat Sekolah Dasar (SD) sampai dengan Perguruan Tinggi (PT).
Pembelajaran bahasa Indonesia merupakan suatu tantangan tersendiri bagi seorang guru, mengingat bahasa ini bagi sebagian sekolah merupakan bahasa pengantar yang dipakai untuk menyampaikan materi pelajaran yang lain. Pembelajaran bahasa Indonesia berfungsi membantu peserta didik untuk mengemukakan gagasan dan perasaan, berpartisipasi dalam masyarakat dengan menggunakan bahasa tersebut, dan menemukan serta menggunakan kemampuan analitis dan imajinatif (Depdiknas, 2006).
Sesuai dengan kenyataan yang terjadi pada saat ini, mata pelajaran bahasa Indonesia sering diremehkan oleh sebagian besar siswa, bahkan dianggap sebagai mata pelajaran yang membosankan, khususnya dalam aspek menulis. Menurut Johana Pantow dkk (2002) yang tersedia dalam http://digilib.itb.ac.id pada tanggal 26 Januari 2008, menyatakan bahwa dalam dunia pendidikan, menulis merupakan suatu tuntutan keterampilan yang harus dikuasai oleh manusia sebagai bahasa tulis. Oleh karena itu, sejak dini pengajaran bahasa selalu harus didasarkan pada keterampilan bahasa dimana salah satunya adalah writing.
Kesulitan siswa dalam menulis biasanya terlihat ketika siswa diminta untuk menulis sebuah karangan sederhana, mendeskripsikan suatu benda ataupun ketika menulis puisi, mereka sering mengeluh dan terlihat bingung dengan apa yang ingin mereka tulis. Kebosanan, kejenuhan, serta kebingungan siswa dalam hal menulis yang mengakibatkan menurunnya prestasi belajar siswa dalam pembelajaran menulis dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain :
1.      Kurangnya minat siswa terhadap kegiatan menulis.
2.      Kurangnya motivasi siswa, baik dari dalam diri mereka maupun dari lingkungan belajar.
3.      Pengembangan strategi pembelajaran yang kurang membangkitkan daya imajinasi siswa dan kreativitas siswa dalam berbahasa maupun bersastra.
4.      Media yang digunakan dalam pembelajaran yang kurang sesuai sehingga siswa kurang bersemangat dalam belajar.
Menurunnya prestasi belajar siswa dapat dibuktikan dengan hasil tes pada mata pelajaran Bahasa Indonesia aspek menulis pada tanggal 15 Januari 2008, dengan tujuan pembelajaran mendeskripsikan binatang dengan bahasa tulis menggunakan media gambar yang dilaksanakan pada siswa kelas IV SD Negeri Benteng Kecamatan Birem Bayeun. Dari tes tersebut diperoleh hasil tulisan siswa belum sempurna, karena penggunaan katanya belum tepat dan kalimatnya cenderung diulang-ulang sehingga tidak mudah untuk dipahami. Perolehan nilai rata-rata kelas yang seharusnya mencapai angka di atas 70, pada kenyatannya hanya mencapai angka 65, sehingga hanya 27% siswa yang memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) bahasa Indonesia dalam aspek menulis untuk kelas IV semester II SD Negeri Bentang Kecamatan Birem Bayeun Kabupaten Aceh Timur. Dengan permasalahan yang telah diuraikan sebelumnya, maka guru harus mengambil tindakan, yakni dengan mencari dan menggunakan suatu pendekatan atau model pembelajaran yang efektif, inovatif, dan berpotensi memperbaiki pembelajaran menulis, sehingga meningkatkan minat, motivasi, dan sikap siswa terhadap pembelajaran menulis yang berakibat pada meningkatnya prestasi belajar siswa. Dengan demikian guru dapat merancang suatu bentuk pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan melalui pendekatan kontekstual dengan media gambar sebagai media alternatif dalam pemecahan masalah tersebut..
Pendekatan kontekstual (Contextual Teaching and Learning) merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata  siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat (Dikdasmen Diknas, 2002:1). Media gambar dimaksudkan untuk memudahkan siswa dalam mendeskripsikan seekor binatang dengan bahasa tulis. Media gambar digunakan dalam penelitian ini karena pola berpikir siswa kelas IV yang masih memerlukan media pembelajaran yang konkrit. Dengan kedua hal tersebut diharapkan dapat meningkatkan keterampilan siswa kelas IV SD Negeri Benteng Kecamatan Birem Bayeun dalam mendeskripsikan bintang dengan bahasa tulis.

D.    RUMUSAN MASALAH DAN RENCANA PEMECAHAN MASALAH
1.      Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka rumusan masalah pokok dalam penelitian ini adalah :
a.       Apakah melalui pendekatan kontekstual dengan menggunakan media gambar binatang dapat meningkatkan keterampilan kelas IV SD Negeri Benteng Kecamatan Birem Bayeun dalam mendeskripsikan binatang yang ada di sekitar dengan bahasa tulis?
b.      Apakah melalui pendekatan kontekstual dengan media gambar dapat meningkatkan aktivitas siswa kelas IV SD Negeri Benteng Kecamatan Birem Bayeun dalam pembelajaran?
c.       Bagaimana keterampilan guru dalam proses pembelajaran dengan menggunakan pendekatan kontekstual?
2.      Rencana Pemecahan Masalah
Masalah rendahnya prestasi belajar siswa kelas IV SD Negeri Benteng Kecamatan Birem Bayeun dalam mendeskripsikan binatang di sekitar dengan bahasa tulis pada mata pelajaran Bahasa Indonesia ditindaklanjuti oleh guru dengan mengadakan penelitian tindakan kelas (PTK). Dalam hal ini, siswa diharapkan dapat mencapai tujuan pembelajaran dalam mendeskripsikan binatang dengan bahasa tulis menggunakan media gambar binatang. Penelitian tindakan kelas (PTK) tersebut dilakukan dalam tiga siklus. Setiap siklus terdiri dari perencaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi.   
 Dalam penelitian tindakan kelas (PTK) tersebut, dilakukan dengan suatu pembelajaran yang inovatif dan diyakini dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas IV SD Negeri Benteng Kecamatan Birem Bayeun Kabupaten Aceh Timur. Pembelajaran inovatif dalam penelitian ini menggunkan pendekatan kontekstual (Contextual Teaching and Learning), dengan media berupa gambar binatang sebagai media dalam pembelajaran individu (siklus I), puzzle (potongan gambar) seekor binatang sebagai media dalam pembelajaran berbasis kelompok (siklus II), puzzle (potongan gambar) beberapa binatang dalam satu lingkugan tempat hidupnya sebagai media untuk pembelajaran berbasis kelompok (siklus III). Ketiga media yang digunakan dalam PTK tersebut untuk merangsang keaktifan siswa dalam bertanya jawab tentang hal-hal yang berkaitan dengan gambar, serta untuk meningkatkan kreatifitas siswa dalam menyusun puzzle. Selain itu juga sebagai alat bantu dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam medeskripsikan binatang dalam bentuk tulisan. Dengan penelitian tindakan tersebut, diharapkan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dengan nilai rata-rata kelas dalam pencapaian tujuan tersebut di atas 70 dan dalam pembelajaran menulis setiap siswa diharapkan dapat memperoleh nilai di atas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) bahasa Indonesia aspek menulis kelas IV semester II yang telah dibuat dan ditentukan oleh SD Negeri Benteng Kecamatan Birem Bayeun, yakni 70.





E.     TUJUAN PENELITIAN
Penelitian ini bertujuan untuk :
a.       Mengungkap suatu pendekatan atau model serta media pembelajaran yang dapat meningkatkan keterampilan siswa kelas IV SD Negeri Benteng Kecamatan Birem Bayeun dalam mendeskripsikan binatang dengan bahasa tulis.
b.      Mengungkap suatu pendekatan atau model pembelajaran serta media yang dapat meningkatkan aktivitas siswa kelas IV SD Negeri Benteng Kecamatan Birem Bayeun dalam pembelajaran.
c.       Mengetahui peningkatan keterampilan guru dalam pembelajaran dengan menggunakan pendekatan kontekstual (Contextual Teaching and Learning).

F.     MANFAAT PENELITIAN
1.      Manfaat Teoretis
Secara teoretis, penelitian tindakan kelas ini diharapkan dapat meningkatkan dan memperbaiki mutu pembelajaran menulis dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia pada siswa kelas IV semester II dengan menggunakan media gambar binatang melalui pendekatan kontekstual (Contextual Teaching and Learning).
2.      Manfaat Praktis
a.      Bagi Siswa
Penelitan ini diharapkan dapat memberikan pengalaman bagi siswa dalam pembelajaran, sehingga siswa lebih termotivasi dalam belajar bahasa Indonesia, khususnya dalam aspek menulis. Dengan demikian, siswa dapat menyukai kegiatan menulis dan dapat mengembangkan kreativitas siswa dalam menuangkan berbagai ide, gagasan, serta pengalamannya dalam sebuah tulisan imajinatif yang dapat dinikmati oleh orang lain.
b.      Bagi Guru
Penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi guru, yakni dapat memberikan pengalaman dan wawasan bagi guru bahwa dalam membelajarkan bahasa Indonesia pada aspek menulis, khususnya bagi siswa kelas rendah yang membutuhkan suatu pendekatan dalam pembelajaran sehingga dapat memberikan rasa nyaman dan rasa senang pada siswa pada saat pembelajaran. Dengan demikian siswa dapat termotivasi dalam belajar dan akan berakibat pada pencapaian prestasi belajar yang maksimal dan sesuai dengan harapan.
c.       Bagi Sekolah
Penelitian tindakan ini dilakukan sebagai tolok ukur dalam peningkatan dan perbaikan mutu pembelajaran menulis di sekolah.




G.    KAJIAN PUSTAKA
1.      Kajian Teori
a.      Teori Belajar
Belajar secara umum adalah terjadinya perubahan pada diri orang belajar karena pengalaman (Prof. Dr. Max Darsono, dkk, 2000:4). Sedangkan pembelajaran adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru sedemikian rupa, sehingga tingkah laku siswa berubah kearah yang lebih baik (Prof. Dr. Max Darsono, dkk, 2000:24).
Pembelajaran menurut Gestalt adalah usaha guru untuk memberikan materi pembelajaran sedemikian rupa, sehingga siswa lebih mudah mengorganisirnya (mengaturnya) menjadi suatu gestalt (pola bermakna).
Nina Wiyana (2007) dalam http://www.duniaguru.com, menyampaikan tentang teori Gestalt yang mengungkapkan bahwa belajar adalah perubahan perilaku individu yang terjadi melalui pengalaman.

b.      Pembelajaran bahasa Indonesia
Menurut M. Ngalim Purwanto (1997:4) dalam metodologi pengajaran bahasa Indonesia, menyebutkan bahwa bahasa memungkinkan manusia untuk saling berhubungan (berkomunikasi), saling berbagi pengalaman, saling belajar dari orang lain, memahami orang lain, menyatakan diri, dan meningkatkan kemampuan intelektual. Mata pelajaran Bahasa Indonesia adalah program untuk mengembangkan pengetahuan, mempertinggi kemampuan berbahasa, dan menumbuhkan sikap posisitp terhadap bahasa Indonesia.
Achmad Alfianto (2006) yang tersedia dalam http://re-researcengines.com, menyebutkan bahwa pendidikan Bahasa Indonesia merupakan salah satu aspek penting yang perlu diajarkan kepada para siswa di sekolah. Oleh karena itu, mata pelajaran Bahasa Indonesia diibaratkan seperti ulat yang hendak bermetamofosis menjadi kupu-kupu.
M. Ngalim Purwanto (1997:4) juga menyebutkan ruang lingkup pembelajaran bahasa Indonesia meliputi :
1.      penguasaan bahasa Indonesia;
2.      kemampuan memahami;
3.      keterampilan berbahasa/menggunakan bahasa untuk segala macam keperluan;
4.      apresiasi sastra.
                       
c.       Menulis
Menulis merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam seluruh proses belajar yang dialami siswa selama menuntut ilmu di sekolah. Menulis merupakan suatu kegiatan untuk menciptakan catatan atau informasi pada suatu media dengan menggunakan aksara (Wikipedia Indonesia, 2006) yang tersedia dalam http://id.wikipedia.org. Menulis memerlukan keterampilan karena diperlukan latihan-latihan yang berkelanjutan dan terus-menerus (Dawson, dkk, dalam Nurchasanah 1997:68). Secara garis besar, menulis adalah bentuk dari komunikasi yang membutuhkan keterampilan agar menghasilkn tulisan yang baik.
Menurut Johana Pantow, dkk (2002) yang tersedia dalam http://digilib.itb.ac.id mengatakan bahwa menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang harus dimiliki oleh orang yang menggunakan bahasa atau yang mempelajari suatu bahasa. Dengan menulis seorang anak dapat membenamkan diri ke dalam proses kreatif, yakni anak dapat menciptakan sesuatu yang juga berarti melontarkan pertanyaan-pertanyaan, mengalami keraguan dan kebingungan , sampai akhirnya menemukan pemecahan (Puji Arya Yanti, 2007) yang tersedia dalam http://www.sabda.org.
Tujuan yang diharapkan dalam pembelajaran menulis adalah agar siswa mampu mengungkapkan gagasan, pendapat, pengetahuan secara tertulis serta memiliki kegamaran menulis (Depdikbud, 1997).

d.      Menulis Deskripsi
Menulis deskripsi dapat dilakukan dengan cara menuliskan kalimat-kalimat deskripsi dari gambar-gambar yang mereka miliki. Kegiatan menulis deskripsi ini dapat merangsang anak untuk mengungkapkan suatu bentuk/benda yang dipahami anak melalui tulisan (Puji Arya yanti, 2007) http://www.sabda.org.
Anak-anak dapat diminta untuk menulis kalimat-kalimat deskripsi dari gambar-gambar (sesuai dengan materi pelajaran yang disampaikan) yang dipasang di kelas. Untuk me-review, anak-anak dapat diminta untuk memasangkan kalimat-kalimat itu sesuai dengan gambar-gambar tersebut. Sebagai kreasi dalam pelajaran, anak-anak dapat menulis deskripsi tentang binatang-binatang dan memasangkannya dengan foto binatang yang tersedia (PEPAK SABDA, 2002) yang teredia dalam http://pepak.sabda.org.

e.       Media gambar
Purwanti dan Eldarni (2004: 4) dalam Wijaya Kusumah (2007) yang tersedia dalam http://wijayalabs.blogspot.com, mengungkapkan bahwa media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim pesan ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat siswa sedemikian rupa sehingga terjadi proses pembelajaran.
Penggolongan media pembelajaran menurut Gerlach dan Ely yang dikutip oleh Rohani (1997:16) dalam Wijaya Kusumah (2007) yang tersedia dalam http://wijayalabs.blogspot.com, yaitu:
1)      Gambar diam, baik dalam teks, bulletin, papan display, slide, film strip, atau overhead proyector.
2)      Gambar gerak, baik hitam putih maupun berwana, baik bersuara maupun yang tidak bersuara.
3)      Rekaman bersuara baik dalam kaset maupun dalam piringan hitam.
4)      Televisi.
5)      Benda-benda hidup simulasi maupun model.
6)      Instrisional berprogram ataupun CAI (Computer Assisten Instruction).
f.       Pendekatan Kontekstual (Contextual Teaching and Learning)
Pendekatan kontekstual (Contextual Teaching and Learning) merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata  siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat (Dikdasmen Diknas, 2002:1).
Pembelajaran dengan pendekatan kontekstual bertujuan membekali siswa dengan pengetahuan yang secara fleksibel dapat diterapkan (ditransfer) dari suatu permasalahan ke permasalahan lain, dari suatu konteks ke konteks lain. Pengalaman awal siswa merupakan material yang sangat berharga. Pengalaman awal ini dapat tumbuh dan berkembang dari lingkungan keluarga maupun masyarakat sekitar. Dengan layanan guru yang memadai melalui berbagai bentuk penugasan, siswa belajar bekerja sama untuk menyelesaikan masalah (problem-based learning) dan saling menghargai sehingga hubungan antarsiswa akan lebih harmonis. Siswa yang merasa "kurang" dapat belajar bersama-sama siswa yang pandai mengerjakan dan mempertanggungjawabkan proyek yang ditugaskan (Zaenuri Mastur, 2004) dalam http://www.suaramerdeka.com.
Menurut Dr. Zolazlan Hamidi (2001) dalam http://www.tutor.com.my, kaidah pendekatan kontekstual (Contextual Teaching and Learning) adalah proses pembelajaran yang merangkumkan contoh yang diterbitkan daripada pengalaman harian dalam kehidupan pribadi masyarakat serta profesi dan menyajikan aplikasi hands-on yang konkrit (nyata) tentang bahan yang akan dipelajari.
g.      Hasil Penelitian Terdahulu
D. Syarifudin (2007) dalam penelitiannya yang berjudul “Penggunaan Media Gambar untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Karangan Prosa”  yang tersedia dalam http://ind.sps.upi.edu mengungkapkan bahwa :
a.   Media gambar dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam                menulis karangan di sekolah dasar.
b.   Penggunaan media gambar dalam pembelajaran lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat menumbuhkembangkan motivasi belajar, dan dapat mengatasi keterbatasan pengalaman siswa dalam berimajinasi dan berekespresi.
c.   Kendala yang dihadapi guru dalam pembelajaran menulis karangan dengan menggunakan media gambar adalah keterbatasan waktu, karena pada umumnya guru sekolah dasar mengajarkan beberapa bidang studi dalam satu kelas.
2.      Hipotesis Tindakan
Melalui pendekatan kontekstual (Contextual Teaching and Learning) menggunakan media gambar yang dilaksanakan dalam siklus 1, 2, dan 3, diharapkan dapat meningkatkan keterampilan siswa kelas IV SD Negeri Benteng Kecamatan Birem Bayeun dalam mendeskripsikan binatang dengan bahasa tulis.

H.    METODE PENELITIAN
1.      Rancangan Penelitian
Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (classromm-based action research) dengan peningkatan pada unsur desain untuk memungkinkan diperolehnya gambaran kefektifan tindakan yang dilakukan.
a.      Perencanaan Awal
a)      Merasakan adanya masalah.
b)      Analisis masalah
c)      Perumusan masalah
b.      Perencanaan Tindakan
a)      Membuat skenario pembelajaran.
b)       Mempersiapkan fasilitas dan sarana pendukung yang diperlukan di kelas.
c)      Mempersiapkan instrument untuk merekan dan menganalisis data mengenai proses dan hasil tindakan.
d)     Melaksanakan simulasi pelaksanaan tindakan perbaikan untuk menguji keterlaksanaan rancangan.
c.       Pelaksanaan Tindakan
Pelaksanaan tindakan yang meliputi siapa yang melakukan apa, kapan, di mana, dan bagaimana melakukannya. Skenario tindakan yang telah direncakanan, dilaksanakan dalam situasi yang aktual. Pada saat yang bersamaan kegiatan ini juga disertai dengan kegiatan observasi dan interpretasi serta diikuti dengan kegiatan refleksi.
d.      Observasi
Pada bagian pengamatan, dilakukan perekaman data yang meliputi proses dan hasil dari pelaksanan kegiatan. Tujuan dilakukannya pengamatan adalah untuk mengumpulkan bukti hasil tindakan agar dapat dievaluasi dan dijadikan landasan dalam melakukan refleksi.
e.       Refleksi
Pada bagian refleksi dilkukan analisis data mengenai proses, masalah, dan hambatan yang dijumpai dan dilanjutkan dengan refleksi terhadap dampak pelaksanaan tindakan yang dilaksanakan.

2.      Perencanaan Tahap Penelitian
a.      Perencanaan Siklus I
1)      Perencanaan
Guru (peneliti) membuat perencanaan awal yakni dengan mengidentifikasi masalah yang terjadi di dalam kelas, serta mecari alternatif pemecahan masalah tersebut dengan menggunakan pendekatan atau model pembelajaran tertentu. Dalam hal ini peneliti menggunakan pendekatan kontekstual (Contextual Teaching and Learning) untuk meningkatkan keterampilan siswa kelas IV SD Negeri Bentang Kecamatan Birem Bayeun Kabupaten Aceh Timyur dalam mendeskripsikan binatang dengan bahasa tulis menggunakan media gambar.
Peneliti melakukan perencanaan tindakan dengan membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Dalam penelitian kali ini, peneliti mengambil kompetensi dasar mendeskripsikan tumbuhan dan binatang di sekitar secara sederhana dengan bahasa tulis. Pada siklus ini, peneliti menggunakan media atau alat bantu pembelajaran berupa gambar ilustrasi tentang bintang yang ada di lingkungan sekitar yang dibuat sedemikian rupa sehingga dapat dinikmati oleh semua siswa. Peneliti mempersiapkan lembar observasi mengenai aktivitas siswa pada saat pembelajaran serta lembar penilaian hasil karya siswa.

2)      Pelaksanaan
Pada siklus ini peneliti menggunakan konsep belajar secara individu untuk mengetahui tingkat kemampuan masing-masing siswa dengan menggunakan media gambar melalui pendekatan kontekstual. Pelaksanaannya dilakukan selama dua pertemuan. Prosedur pelaksanaannya sebagai berikut :
a)      Peneliti menayangkan gambar.
b)      Siswa mulai memperhatikan gambar dan mengamati hal-hal yang ada dalam gambar.
c)      Siswa mulai mendeskripsikan binatang yang terdapat dalam gambar dengan menyebutkan ciri-cirinya secara lengkap.
d)     Dalam kegiatan tersebut peneliti memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya dengan semua warga kelas.
e)      Peneliti memberikan arahan dan timbal balik kepada siswa yang bertanya sehingga imajinasi siswa semakin kompleks.
f)       Siswa membacakan hasil tulisannya di depan kelas.
g)      Siswa lain mendengarkan.
h)      Peneliti memotivasi siswa dengan cara memberikan penguatan verbal berupa kata-kata dan non verbal berupa tepuk tangan.
i)        Siswa memajangkan karyanya di tempat yang telah disediakan.
j)        Sebagai akhir pembelajaran guru menyanyikan lagu “bebek-bebekku”.  

3)      Observasi
Observasi dilakukan dengan menggunakan lembar observasi yang berupa check list untuk mengetahui sejauh mana minat siswa dalam mengikuti pembelajaran dengan motivasi-motivasi yang diberikan guru, untuk mengetahui aktivitas siswa dalam pembelajaran, serta tingkat keterampilan dan daya imajinasi siswa dalam menulis, mengetahui kemahiran siswa dalam mengolah kata-kata sehingga menjadi sebuah tulisan yang runtut, dengan teknik penyajian yang sesuai.
4)      Refleksi
Peneliti membuat analisis data untuk mengetahui tingkat keberhasilan tindakan pada siklus I sebagai acuan untuk pelaksanaan pada siklus berikutnya.
b.      Perencanaan Siklus II
1)      Perencanaan
Pada siklus II guru (peneliti) membuat perencanaan awal yakni dengan mengidentifikasi masalah yang terjadi di dalam kelas, serta mecari alternatif pemecahan masalah tersebut dengan menggunakan pendekatan atau model pembelajaran tertentu. Dalam hal ini peneliti tetap menggunakan pendekatan pendekatan (Contextual Teaching and Learning) untuk meningkatkan keterampilan siswa kelas IV SD Negeri Benteng Kecamatan Birem Bayeun Kabupaten Aceh Timur dalam mendeskripsikan binatang dengan bahasa tulis menggunakan media gambar.
Peneliti melakukan perencanaan tindakan dengan membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan kompetensi dasar mendeskripsikan tumbuhan dan binatang di sekitar secara sederhana dengan bahasa tulis. Pada siklus ini, peneliti menggunakan media atau alat bantu pembelajaran berupa puzzle (potongan gambar) tentang seekor binatang yang diketahui siswa untuk masing-masing kelompok, karena pada siklus II ini, peneliti menggunakan konsep pembelajaran dalam bentuk kelompok. Hal itu dimaksudkan untuk mengetahui interaksi siswa dengan sesama. Peneliti juga menyediakan kertas undian untuk mengambil puzzle yang telah disediakan. Sebagai alat untuk memotivasi siswa dalam meningkatkan prestasi belajar Bahasa Indonesia guru menyediakan piagam penghargaan untuk kelompok yang memiliki predikat kelompok Top 1, kelompok Top 2, dan kelompok Top 3. Peneliti menyiapkan lembar obeservasi untuk mengamati aktifitas siswa dalam kelompok pada saat pembelajaran dan lembar penilaian untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa dengan alternatif pembelajaran yang dilakukan peneliti.
2)      Pelaksanaan
Pelaksanaan dilakukan selama dua pertemuan dengan konsep pembelajaran secara kelompok. Prosedur pelaksanaannya adalah sebagai berikut :
a)      Peneliti menyediakan media pembelajaran yang berupa puzzle tentang gambar binatang yang ada di sekitar dan kertas undian untuk mengambil gambar.
b)      Siswa dipersiapkan untuk duduk secara berkelompok sesuai dengan kelompok yang telah dibentuk.
c)      Sebelum memulai pembelajaran, siswa memberi nama untuk masing-masing kelompoknya dengan nama binatang yang disukai.
d)     Siswa memberikan alasan tentang pemberian nama pada kelompoknya.
e)      Setiap kelompok membuat yel-yel, kemudian diucapkan.
f)       Setiap kelompok mengambil puzzle sesuai dengan undian.
g)      Siswa dalam kelompoknya menyusun puzzle (potongan gambar) kemudian mengamati gambar yang telah terbentuk.
h)      Siswa menuliskan deskripsi tentang binatang dalam gambar yang diamati, misalnya dengan menyebutkan ciri-cirinnya secara lengkap.
i)        Dalam kegiatan itu, guru terus memantau kerja siswa seraya memberikan arahan-arahan yang diperlukan siswa.
j)        Setelah selesai menuliskan deskripsinya, siswa membuat kalimat-kalimat tentang ciri-ciri binatang yang harus ditebak oleh kelompok lain.
k)      Hasil karya siswa dibacakan di depan kelas oleh perwakilan tiap kelompok.
l)        Guru bersama siswa menentukan kelompok-kelompok yang yang berhak mendapatkan penghargaan.
m)    Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang berhak dalam bentuk piagam dan tanda bintang.
n)      Siswa memajangkan hasil karyanya ditempat yang telah disediakan.

3)      Observasi
 Observasi dilakukan dengan menggunakan lembar observasi yang berupa check list untuk mengetahui sejauh mana minat siswa dalam mengikuti pembelajaran dengan motivasi-motivasi yang diberikan guru, untuk mengetahui aktifitas siswa dalam pembelajaran, aktifitas siswa dalam kelompok, serta tingkat keterampilan dan daya imajinasi siswa dalam menulis, dan untuk mengetahui kemahiran siswa dalam mengolah kata-kata sehingga menjadi sebuah tulisan yang runtut, dengan teknik penyajian yang sesuai.
4)      Refleksi
Peneliti membuat analisis data untuk mengetahui tingkat keberhasilan tindakan pada siklus II sebagai acuan untuk pelaksanaan pada siklus berikutnya jika memang diperlukan.
c.       Perencanaan Siklus III
1)      Perencanaan
Pada siklus III guru (peneliti) membuat perencanaan awal yakni dengan mengidentifikasi masalah yang terjadi di dalam kelas, serta mecari alternatif pemecahan masalah tersebut dengan menggunakan pendekatan atau model pembelajaran tertentu. Dalam hal ini peneliti tetap menggunakan pendekatan pendekatan (Contextual Teaching and Learning) untuk meningkatkan keterampilan siswa kelas IV SD Negeri Benteng Kecamatan Birem Bayeun Kabupaten Aceh Timur dalam mendeskripsikan binatang dengan bahasa tulis menggunakan media gambar.
Peneliti melakukan perencanaan tindakan dengan membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan kompetensi dasar mendeskripsikan tumbuhan dan binatang di sekitar secara sederhana dengan bahasa tulis. Pada siklus ini, peneliti menggunakan media atau alat bantu pembelajaran berupa puzzle (potongan gambar) yang lebih rumit tentang beberapa binatang dalam satu lingkungan hidupnya yang diketahui siswa untuk masing-masing kelompok, karena pada siklus III ini, peneliti menggunakan konsep pembelajaran dalam bentuk kelompok seperti pada siklus sebelumnya. Hal itu dimaksudkan untuk mengetahui interaksi siswa dengan sesama dan untuk membuktikan bahwa pembelajaran menulis secara kelompok hasilnya lebih optimal. Peneliti juga menyediakan kertas undian untuk mengambil puzzle yang telah disediakan. Sebagai alat untuk memotivasi siswa dalam meningkatkan prestasi belajar Bahasa Indonesia guru menyediakan piagam penghargaan untuk kelompok yang memiliki predikat kelompok Good, kelompok Better, dan kelompok Best. Peneliti menyiapkan lembar obeservasi untuk mengamati aktifitas siswa dalam kelompok pada saat pembelajaran dan lembar penilaian untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa dengan alternatif pembelajaran yang dilakukan peneliti.
2)      Tindakan
Pelaksanaan dilakukan selama dua pertemuan dengan konsep pembelajaran secara kelompok. Prosedur pelaksanaannya adalah sebagai berikut :
a)            Peneliti menyediakan media pembelajaran yang berupa puzzle tentang gambar beberapa binatang yang ada di sekitar dan kertas undian untuk mengambil gambar.
b)            Siswa dipersiapkan untuk duduk secara berkelompok sesuai dengan kelompok yang telah dibentuk.
c)            Sebelum memulai pembelajaran, siswa memberi nama untuk masing-masing kelompoknya dengan nama binatang yang disukai.
d)           Siswa memberikan alasan tentang pemberian nama pada kelompoknya.
e)            Setiap kelompok menyuarakan yel-yel dalam bentuk lagu tentang binatang.
f)             Setiap kelompok mengambil puzzle sesuai dengan undian.
g)            Siswa dalam kelompoknya menyusun puzzle (potongan gambar) kemudian mengamati gambar yang telah terbentuk.
h)            Siswa menuliskan deskripsi tentang binatang dalam gambar yang diamati, misalnya dengan menyebutkan ciri-cirinnya secara lengkap.
i)              Dalam kegiatan itu, guru terus memantau kerja siswa seraya memberikan arahan-arahan yang diperlukan siswa.
j)              Setelah selesai menuliskan deskripsinya, siswa membuat kalimat tebakan tentang ciri-ciri binatang yang harus ditebak oleh kelompok lain.
k)            Hasil karya siswa dibacakan di depan kelas oleh perwakilan tiap kelompok.
l)              Guru bersama siswa menentukan kelompok-kelompok yang yang berhak mendapatkan penghargaan.
m)          Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang berhak dalam bentuk piagam dan tanda bintang.
n)            Siswa memajangkan hasil karyanya ditempat yang telah disediakan.
3)      Observasi
Observasi dilakukan dengan menggunakan lembar observasi yang berupa check list untuk mengetahui sejauh mana minat siswa dalam mengikuti pembelajaran dengan motivasi-motivasi yang diberikan guru, untuk mengetahui aktifitas siswa dalam pembelajaran, aktifitas siswa dalam kelompok, serta tingkat keterampilan dan daya imajinasi siswa dalam menulis, dan untuk mengetahui kemahiran siswa dalam mengolah kata-kata sehingga menjadi sebuah tulisan yang runtut, dengan teknik penyajian yang sesuai.
4)      Refleksi
            Peneliti membuat analisis data untuk mengetahui tingkat keberhasilan tindakan pada siklus III sebagai acuan untuk pelaksanaan pada siklus berikutnya jika memang diperlukan.
3.      Tempat Penelitian
Penelitian dilakukkan di kelas IV SDN Benteng Kecamatan Birem Bayeun Kabupaten Aceh Timur.


4.      Subjek Penelitian
Subjek penelitian tindakan ini adalah siswa kelas IV SD Negeri Benteng Kecamatan Birem Bayeun, berjumlah 22 siswa  untuk semester II tahun pelajaran 2013/2014
5.      Data dan Sumber data
Jenis data bersifat kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif berupa peningkatan hasil belajar siswa setelah dilakukan penelitian tindakan dengan lembar penilaian hasil karya siswa. Data kuantitatif menerangkan minat siswa dalam belajar, suasana kelas, dan aktifitas siswa yang dapat diperoleh dari lembar observasi mengenai aktifitas siswa baik secara individu maupun dalam kelompok. .
Sumber data dapat diperoleh dari guru, siswa, dan dokumen (foto).
6.      Teknik Pengumpulan data
Data diperoleh dari lembar observasi yang berupa check list dan skala penilaian.

7.      Teknik Analisis data
Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif dengan sistem peringkat untuk mengetahui peningkatan yang ada setelah dilakukan penelitian.
8.      Indikator Keberhasilan
Indikator keberhasilan tercapai jika :
a.       Nilai yang diperoleh siswa dalam menulis deskripsi menunjukkan hasil baik pada lembar penilaian. Dengan demikian, setiap siswa dapat mencapai nilai 70 sebagai kriteria ketuntasan minimal (KKM) mata pelajaran Bahasa Indonesia aspek menulis untuk kelas IV semester II SDN Benteng  tahun ajaran 2013/2014
b.      Nilai aktivitas siswa selama pembelajaran menunjukkan hasil baik dengan tampaknya indikator-indikator dalam lembar pengamatan.
c.       Nilai keterampilan guru selama pembeajaran menunjukkan hasil baik dengan tampaknya indikator-indikator dalam lembar pengamatan keterampilan guru mengajar.













I.       JADWAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS

No.
Pelaksanaan penelitian
Pebruari
Maret
April
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1.
Siklus I
a. Perencanaan
b. Tindakan
c. Observasi
d. Refleksi

ü

ü







ü
ü
ü





2.
Siklus II
a. Perencanaan
b. Tindakan
c. Observasi
d. Refleksi








ü


ü
ü
ü




3.
Siklus III
a. Perencanaan
b. Tindakan
c. Observasi
d. Refleksi









ü


ü
ü
ü


4.
Pelaporan hasil penelitian










ü
ü


J.      TIM PENELITIAN
1.      Nama                           : NURASLIAH
      NIP                             : 19680303 199305 2 001
      Jabatan                                    : Ketua
      Lokasi penelitian         : SD Negeri Benteng

2.      Nama                           : Abdul Hadi
      NIP                             : 19630707 198610 1 001
      Jabatan                                    : Guru kelas


           











DAFTAR PUSTAKA
Alfianto, Achmad, 2006. Pelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah, Metamorfosis Ulat menjadi Kepompong. Artikel Pendidikan Network, (Online), (http://re-researchengines.com, diakses 24 Oktober 2007).

Ani, Diah, 2007. Pembelajaran Pakem. Sebuah Perjalanan Menuju Perubahan. (Online), (http://mbeproject.net, diakses 15 Januari 2008).

Aqib, Zainal, 2006. Penelitian Tindakan Kelas untuk Guru. Bandung: Yrama Widya.

Artati. Y. Budi, 2004. Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Klaten : Intan Pariwara.

Arya Yanti, Puji, 2007. Menumbuhkan Budaya Menulis pada Anak. (Online), (http://www.sabda.org, diakses 24 Februari 2008).

BSNP, 2006. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar SD/MI. Jakarta : Badan Standar Nasional Pendidikan.

Darsono, Max, 2000. Belajar dan Pembelajaran. Semarang: IKIP Semarang Press.

Depdikbud, 1994. Kurikulum SD GBPP Bahasa Indonesia. Jakarta: Depdikbud.

Depdiknas, 2007. Pembelajaran Aktif Kreatif, Efektif dan Menyenangkan. (Online), (http://farhanzen.wordpress.com, diakses 15 Januari 2008).

Dikdasmen Diknas, 2002. Pendekatan Kontekstual (Contextual Teaching and Learning (CTL)). Jakarta: Depdiknas.

Hamidi, Zolazlan, 2001. P&P Kontekstual Sains dan Tematik, (Online), (http://www.tutor.com.my, diakses 22 Nopember 2007).

Kusumah, Wijaya, 2007. Media Pembelajaran, (Online), (http://wijayalabs.blogspot.com, diakses 10 Maret 2008).

Mastur, Zaenuri, 2004. Model Pembelajaran Lingkungan, (Online), (http://www.suaramerdeka.com, diakses 6 Nopember 2007).

Pantow, Johana, dkk, 2002. Analisa kemampuan menulis Bahasa Inggris Mahasiswa FKIP-UT. (Online), (http://digilib.itb.ac.id, diakses 26 januari 2008).


No comments:

Post a Comment